Huawei terus menunjukkan taringnya di industri semikonduktor meskipun di tengah keterbatasan akses teknologi global. Kabar terbaru yang cukup mengejutkan datang dari segmen menengah (mid-range), di mana raksasa teknologi asal Tiongkok ini dilaporkan sedang mempersiapkan amunisi baru. Berdasarkan informasi yang beredar, bocoran detail chipset Kirin 8030 kelas menengah menunjukkan kecepatan clock yang lebih tinggi daripada 8020, pendahulunya.
Laporan ini pertama kali mencuat dari tipster "SuperDimensional" di platform Weibo, yang kemudian dikutip oleh GSM Arena dan Huawei Central. Jika spesifikasi di atas kertas ini benar-benar terwujud, batasan antara ponsel kelas menengah dan flagship Huawei mungkin akan semakin tipis.
Konfigurasi Core: Mengejar Snapdragon 888
Salah satu poin paling menarik dari bocoran ini adalah konfigurasi CPU yang digunakan. Kirin 8030 kabarnya akan tetap menggunakan proses fabrikasi SMIC N+2 (7nm FinFET), namun dengan arsitektur core yang agresif. Chipset ini disebut-sebut membawa konfigurasi 8 core (1+3+4) yang terdiri dari:
- 1x Super Core: 2.8GHz - 3.0GHz
- 3x Medium Core: 2.4GHz - 2.6GHz
- 4x Small Core: 1.8GHz - 2.0GHz
Menurut analisis yang beredar, konfigurasi ini memungkinkan Kirin 8030 memiliki performa single-core yang setara dengan Snapdragon 888. Bahkan, untuk urusan multi-core, chipset ini diklaim mampu melampaui performa mantan chipset flagship Qualcomm tersebut. Ini adalah lompatan yang signifikan untuk sebuah SoC yang ditujukan bagi seri Huawei Nova 16 atau lini Enjoy di masa depan.
Grafis dan AI: Lompatan Besar
Tidak hanya soal kecepatan pemrosesan data, sektor grafis juga mendapat perhatian serius. Sumber dari GSM Arena menyebutkan bahwa Kirin 8030 kemungkinan besar akan menggunakan GPU Maleoon. Targetnya cukup ambisius: mencapai 100 hingga 120 fps pada game-game tertentu. Meskipun daftar game yang didukung belum dirilis, target frame rate setinggi itu mengindikasikan optimasi gaming yang serius.
Di sisi kecerdasan buatan, Huawei tampaknya akan menyematkan NPU "Leonardo da Vinci". Menariknya, performa NPU ini dikabarkan mendekati kemampuan NPU pada Snapdragon 8 Gen 2. Jika klaim ini akurat, kemampuan pemrosesan AI untuk fotografi dan fitur pintar di ponsel mid-range Huawei akan sangat kompetitif.
Konektivitas 5G Masa Depan
Melengkapi spesifikasi tersebut, Kirin 8030 juga dilaporkan akan membawa teknologi konektivitas terbaru Huawei, yakni modem Barong 5G. Modem ini disebut mendukung jaringan Sub-6GHz dan mmWave, memastikan perangkat yang menggunakannya siap untuk standar jaringan 5G global yang lebih cepat dan stabil.
Jika bocoran ini akurat, Huawei sedang mengubah peta persaingan ponsel kelas menengah. Dengan performa CPU setara Snapdragon 888 dan NPU sekelas Snapdragon 8 Gen 2, pengguna seri Nova atau Enjoy mendatang akan mendapatkan pengalaman penggunaan yang jauh lebih "premium" daripada harganya. Ini bukan lagi sekadar chipset hemat daya, tapi chipset performa tinggi yang "turun kasta" ke segmen harga yang lebih terjangkau.