Kabar menarik datang buat kalian yang selalu pantau perkembangan chipset mobile. MediaTek baru saja mengonfirmasi bakal menggelar acara peluncuran besar di China pada tanggal 15 Januari nanti. Nggak cuma satu, mereka diprediksi bakal langsung pamer dua chipset anyar sekaligus.
Fokus utama acara ini sepertinya bakal tertuju pada dua segmen berbeda: kelas upper-midrange yang solid dan kelas flagship misterius yang performanya konon 'ngeri'. Yuk, kita bedah bocorannya satu per satu.
Formalitas untuk Dimensity 8500
Bintang pertama yang hampir pasti muncul adalah Dimensity 8500. Chipset ini digadang-gadang sebagai penerus dari seri Dimensity 8450 dan 8400 yang selama ini punya reputasi bagus di kelas menengah ke atas.
Sebenarnya, kehadiran chipset ini bukan kejutan total. Kenapa? Karena Honor Power2, yang baru saja diperkenalkan, sudah dikonfirmasi menggunakan dapur pacu Dimensity 8500 ini. Jadi, pengumuman tanggal 15 Januari nanti rasanya lebih ke arah peresmian teknis atau "formalitas" saja untuk membeberkan detail arsitekturnya secara lengkap ke publik.
Misteri Chipset 9-Series (Dimensity 9500s?)
Nah, ini yang bikin enthusiast penasaran. Selain seri 8500, MediaTek juga menyimpan satu kartu as lagi. Rumor yang beredar kencang di China menyebutkan adanya chipset seri 9 baru, yang kemungkinan bakal diberi nama Dimensity 9500s.
Berdasarkan bocoran yang ada, spesifikasi "mesin" misterius ini nggak main-main karena dibangun di atas proses fabrikasi 3nm TSMC N3E. Untuk mempermudah kalian melihat konfigurasi gaharnya, berikut adalah tabel rincian spesifikasi yang sempat bocor:
| Komponen | Detail Spesifikasi (Rumor) |
|---|---|
| Fabrikasi | 3nm TSMC N3E |
| Prime Core | 1x Cortex-X925 (@ 3.73GHz) |
| Performance Core | 3x Cortex-X4 (@ 3.3GHz) |
| Efficiency Core | 4x Cortex-A720 (@ 2.4GHz) |
| GPU | Mali G925MC12 (@ 1.612MHz) |
Insight: Konfigurasi CPU pada bocoran Dimensity 9500s ini cukup unik dan agresif. Penggunaan mix antara core generasi terbaru (Cortex-X925) dengan core generasi sebelumnya (Cortex-X4) biasanya dilakukan untuk menyeimbangkan biaya produksi tanpa mengorbankan peak performance. Jika benar clock speed X925-nya tembus 3.73GHz, chipset ini berpotensi jadi pesaing berat di skenario single-core, sementara GPU Mali G925MC12 menjanjikan performa gaming yang stabil.
Tentu saja, semua angka di atas masih berstatus rumor sampai MediaTek benar-benar naik panggung minggu depan. Kita tunggu saja apakah performa real-world-nya sesuai dengan spesifikasi di atas kertas ini.